Oleh: syaddad | Minggu, 6 Desember 2009

IntraWeb for Delphi

Ingin buat aplikasi web dengan delphi ? Ya pakai IntraWeb..

Materi-materi IntraWeb sedang dirampungkan penulisannya. Mohon bersabar. Anda akan dituntun selangkah demi selangkah untuk membuat aplikasi web menggunakan IntraWeb (Delphi).

Berikut ini beberapa materi tulisan yang bisa diunduh. Silahkan diunduh :

  • Pendahuluan. IntraWeb merupakan salah satu cara baru paling revolusioner untuk membuat aplikasi berbasis web (web-based application). IntraWeb merupakan tool yang sangat baik dan praktis untuk membangun aplikasi Internet, Intranet dan Extranet dengan cepat dan mudah layaknya kita membuat aplikasi desktop. Banyak tool pengembangan web yang mengharuskan user agar memiliki pengetahuan CGIScript, JavaScript, PHP, atau ASP, namun IntraWeb tidak demikian. Karena fleksibilitasnya, IntraWeb dapat juga dijalankan sebagai aplikasi standalone seperti layaknya aplikasi desktop pada umumnya…

Download

  • Komponen. Dalam Component Pallete,  secara umum komponen-komponen IntraWeb terbagi dalam 4 kelompok, yaitu komponen standar, komponen data aware, komponen client side dan komponen control…

Download

  • Menggunakan Komponen. Contoh-contoh project penggunaan komponen IntraWeb

Download

  • Layout Manager. Dalam IntraWeb, kita bekerja sama seperti kita memakai form pada aplikasi standar Delphi. Kita tidak perlu “bertarung” dengan browser untuk urusan tata letak (layout).

Download

Oleh: syaddad | Kamis, 3 Desember 2009

Materi Pengenalan Internet

Materi pengenalan internet, silahkan diunduh :

Oleh: syaddad | Kamis, 23 April 2009

Suatu Keajaiban

Tahukah anda bahwa komposisi Raka’at pada shalat yang kita lakukan 5 kali setiap hari memiliki keajaiban matematis??

Berikut keajaibannya :

Kita ketahui Shalat wajib 5 waktu terdiri atas 17 Raka’at dalam sehari semalam.

Shubuh ……..2 raka’at
Zhuhur …….. 4 rakaat
‘Ashar ……… 4 rakaat
Maghrib …… 3 rakaat
‘Isya ………..4 rakaat
————————————– +.
…………………17 raka’at

Ini beberapa point Utamanya……:

  • Kita susun jumlah raka’at tersebut: 24434, ini habis dibagi 19, yaitu 24434 = 19 x 1286. Coba perhatikan hasil bagi 1286 itu, jumlahnya = 1+2+8+6 = 17 sama seperti 2+4+4+3+4=17
    Luar biasa bukan? Ada berapakah peluang angka, dimana dengan bilangan pembagi 19, maka bilangan yang dibagi dengan bilangan hasil bagi sama-sama jumlahnya?. Lalu, mengapa 19???, liat spoiler no.2 dari bawah
  • Sekarang kita lanjutkan; Letakkan no.urut shalat di belakang setiap raka’at shalat, maka menjadilah: 21 42 43 34 45, dirapatkan menjadi 2142433445, subhanallah ini lagi-lagi bukan mitos, ini data numerik yang eksak, sebab 2142433445 = 19 x 112759655.
  • Selanjutnya kita susun jumlah raka’at setiap hari dan kita kumpulkan jumlah tersebut dalam 1 minggu didapat : 17 17 17 17 17 17 15, enam hari masing-masing 17 raka’at, kecuali hari Jum’at 15 raka’at (4 rakaat dzuhur diganti 2 rakaat shalat jumat). Kita rapatkan, menjadilah 17171717171715. Lagi-lagi ini bukan mitos tetapi data numerik, subhanallah 17171717171715 atau 17,17171715 triliun. Bilangan ini habis dibagi 19 yaitu 17171717171715 = 19 x 903774587985
  • Masih belum selesai, kita lanjutkan. Sisipkan no.urut 1 s/d 7 pada masing-masing jumlah raka’at, jika sebelumnya nomor urut diletakkan di belakang, maka kali ini kita letakkan di depan sehingga menjadilah: 1-17 2-17 3-17 4-17 5-17 6-17 7-15 lalu mari dirapatkan 117217317417517617715, masya-Allah ini habis dibagi 19, dan kita harus pakai kalkulator 21 digit, hasilnya? Ini dia: 19X6193332495658821985. Kalo jumlah angka 117.217.317.417.517.617.715 = 117,217317417517617715 juta triliun… suatu jumlah yang sulit dibayangkan. Dan luar biasanya jumlah angka ini dengan tepat dapat dibagi 19, tanpa sisa… Seandainya itu jumlah uang kita, berarti apabila kita membelanjakannya sebanyak Rp 1 triliun maka kita masih punya sisa sekitar Rp117, 217316417517617715 JUTA TRILIUN lagi……!!!!!)
  • Belumlah berakhir; analog dengan di atas, namun yang 15 raka’at ditaruh paling depan, menjadi 115217317417517617717, kita pakai kalkulator 21 digit, hasilnya = 19 x 6064069337764085143. Anda bayangkan peluang suatu angka 21 digit atau angka yang berada pada kisaran ratusan juta triliun untuk dapat dibagi 19 itu luar biasa sangat kecil……, satu angka saja berubah maka hasilnya untk dpt dibagi 19 berubah pula…..Anda bayangkan brapa jumlah kombinasi yang terdapat didalam angka sebanyak 21 digit….. Jangankan kisaran segitu banyak…. Suatu jumlah angka sebanyak 2 digit saja yang kita pilih secara acak, probabilitanya sudah sangat kecil untuk dapat dibagi 19 dengan habis tanpa sisa, eh ini 21 digit… Dan sekarang “parahnya” ketika urutannya ditukar dimana 15 rakaat (jumlah rakaat hari jumat, dan hari Jumat merupakan hari yang paling special bagi umat Islam) ditempatkan diawal perhitungan, ternyata ia menghasilkan jumlah angka yang habis dibagi 19 pula….. Dimana baik 117217317417517617715 atau sekitar 117,217317417517617515 juta TRILIUN (pada point 4) dan 115217317417517617717 atau sekitar115,217317417517617717 juta TRILIUN (pada point 5). Sama2 habis dibagi 19
  • INI YANG TERAKHIR, dimana 17 diganti dengan 24434 untuk hari-hari biasa dan untuk hari Jumat 15 diganti dengan 22434 (4 diganti 2, karena pada hari Ju’mat Zhuhur diganti shalat Jum’at 2 raka’at), maka menjadilah: 1-24434 2-24434 3-24434 4-24434 5-24434 6-24434 7-22434, dirapatkan menjadi: 124434224434324434424434524434624434722434. Ini mesti pakai kalkulator 42 digit yang sangat khusus, hasilnya = 19 x 6549169707069707074970238128138128143286.

DARI MULAI DARI POINT 1 SAMPAI POINT 5 SAYA GAK BISA NGOMONG APA2 LAGI SELAIN MENGUCAP SUBHANALLAH MAHA SUCI ENGKAU YA ALLAH…

MUNGKINKAH PERINTAH SHALAT YANG DITURUNKAN 1400 TAHUN YANG LALU PADA PERISTIWA ISRA MI’RAJ DIBUAT2/DIKARANG SENDIRI OLEH NABI MUHAMMAD, YANG UMMI (TIDAK BISA MEMBACA DAN MENULIS…), TIDAK PERNAH BERGURU PADA SIAPAPUN…… SERTA BERADA PADA DAERAH JAHILIYAH YANG SANGAT TERBELAKANG…., DAN APAKAH IA MAMPU MEMIKIRKAN DENGAN SANGAT JAUH, TENTANG SUSUNAN MATEMATIS RAKAAT SHALAT DENGAN BERBAGAI KOMBINASI ANGKA SAMPAI 42 DIGIT……)

LALU MENGAPA ANGKA 19…..????

  • Keistimewaan angka 19 dijelaskan secara gamblang di dalam Alquran, pada ayat ini:
    “Neraka (saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang¬orang yang diberi Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah iman nya, dan supaya orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’ “ (al-Muddatstsir 74: 29-31)”
  • 19 merupakan jumlah huruf dalam kalimat Basmalah, yaitu kalimat yang mengawali setiap surat dlm Alquran, dan kalimat yg mengawali ketika seorang muslim berdoa……
  • Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni ‘Maha Awal dan Maha Akhir’ (Surat ke-57 ayat :3).
  • Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3)
  • Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang ‘Maha Esa’ (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu ‘Maha Besar’.
  • 19 dan 81. Dr. Peter Plichta ahli kimia dan matematika dari Jerman (Baca lebih lanjut Peter Plichta, God’s Secret Formula, atau situs-situs dari Dr. Peter Plichta.). Berpendapat bahwa, tampaknya, semua formula matematika dan angka-angka berhubungan dengan dua kutub matematika alam semesta ini yaitu 19 dan 81. Angka 81 spesifik karena melengkapi angka 19, (19 + 81= 100). Jumlah angka-angka tersebut adalah 19:
    1 + 9+8+1=19.

Bila kita analisis sedikit lebih lanjut, terdapat hubungan angka-angka tersebut dengan cara:
1:19 = 0,052631578947368421052631578947368421

Angka yang berulang secara periodik, berulang dengan sendirinya tepat pada digit ke-19 sesudah koma, liat 0526 dst berulang kembali, dan, yang menarik jumlah dari angka-angka tersebut:
( 0 + 0 + 5 + 2 + 6 + 3 + 1 + 5 + 7 + 8 + 9 + 4 + 7 + 3 + 6 + 8 + 4 + 2 + 1 ) adalah 81…!!!

Sekarang:1 : 81 = 0,012345679 …

Ups…..!!!!!! Angka 8 terlewat, padahal angka yang lain secara periodik muncul. Hilangnya angka 8 adalah ilusi, dan nilai resiprokal angka 81 adalah “alamiah”, menghasilkan satu seri sistem desimal bilangan 0,1, 2 …. dan seterusnya; dan sistem itu bukan buatan manusia. Tetapi mengapa angka 8, bukan angka lainnya, yang “hilang”? Diduga, karena angka 8 berhubungan dengan angka 19. Bilangan prima ke-8 adalah 19.

Dalam al-Qur’an, angka 8 merupakan jumlah malaikat, force, yang menjunjung ‘Arsy (Kursi, Singgasana), mengatur keseimbangan ‘Arsy, yang bermakna power and authority dominion, baik sebelum maupun saat Kiamat (al-Haqqah 69 : 17). Sebagian mufasir, seperti Muhammad Abdul Halim, menerjemahkan ‘Arsy dengan “Majelis Langit” atau “Wilayah Pemerintahan Kosmos”. Wilayahnya tidak terbatas, “di bawah ‘Arsy terdapat (unsur) air” (Hud 11 : 7). Berlimpah unsur hidrogen, elemen kimia yang paling ringan dari unsur air, H2O. Jauh lebih luas dari alam semesta yang diketahui.Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.

  • Dalam buku “Atlas Anatomi” yang disusun oleh Prof. Dr. Chr. P. Raven dapat diketahui bahwa sebagian dari kerangka manusia yaitu : – tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 . Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.
  • Pada point 5, juga ditemukan hal yang menarik, alat-alat tubuh manusia seperti tangan dan kaki sangatlah penting fungsinya bagi kehidupan kita. Bila diteliti ternyata terdapat 19 ruas tulang pada masing-masing tapak tangan/kaki (dengan mengecualikan ruas-ruas pergelangan tangan). Dan tahukah anda, bila bentuk tapak tangan/ kaki kita menyerupai bentuk kata Allah (dalam Bahasa Arab) ? Dan apabila kita kalikan ke-4 ruang tulang pd kaki dan tangan maka = 19X4=76. 76 adalah nomor surat AlInsaan dlm Alquran yg berarti “manusia”. Umumnya tangan manusia memiliki pla lekukan…. Dan apabila kita gabungkan angka 18 dan 81 (dlm tulisan arab) pada telapak tangan kanan dan kiri kita, maka akan kita temukan 1881, dan angka 1881 lagi2 merupakan angka ajaib karena 18 + 81 = 99 (asmaul Husna) sedangkan apabila digabungkan 1881 maka hasilnya 1881 = 19 X 99 (lagi2 angka 19) dan apabiladikurangi 81-18=63 (umur Rasulullah ketika wafat)

Mari kita renungkan ayat ini “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fushshilat 41:53)

Bahwa angka 19 adalah kode matematik yang melatarbelakangi komposisi literer Quran, suatu fenomena unik yang tiada duanya yang sekaligus membuktikan bahwa Quran adalah wahyu Ilahi, bukan karya manusia. Otak manusia tidak akan mampu mencipta karya literer yang tunduk pada suatu kode matematik yang sekaligus membawa tema utamanya. Apalagi mengingat turunnya wahyu secara berangsur-angsur, secara spontan (tanpa direncanakan) dengan bahagian-bahagian surat yang acak tidak berurutan, disesuaikan dengan peristiwa-peristiwa yang melatar-belakanginya.

Selanjutnya, angka 19 dapat berfungsi sebagai pemeliharaan keutuhan Quran. Angka 19 dapat digunakan untuk mencek apakah dalam sebuah kitab Quran terdapat suatu kesalahan atau tidak, dengan cara menghitung kata-kata krusial yang jumlahnya dalam Quran multiplikatif dengan angka 19, kemudian membagi angka hasil hitungan dengan 19, maka akan terlacaklah ada atau tidaknya suatu kesalahan. Demikianlah seluruh isi Quran seutuhnya akan tetap asli hingga di akhir zaman karena telah disegel oleh-Nya dengan angka 19 yang merupakan lambang identitas-Nya. Wallahu a’lam bissawab.

taken from : Various Sources

Perhatikan ayat2 Alquran di bawah ini :
”Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu” (QS al-Jinn 72 : 28)

“yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya” ( QS Al Furqaan 25:2)

“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (QS Thaahaa 20 : 98)

Esensi dr ke-3 ayat ini dan inti dr thread ini adalah bahwa ilmu Tuhan meliputi segala sesuatu, tidak ada yang tertinggal. Semua kejadian, objek alam, penciptaan di bumi dan langit, dan struktur al-Qur’an, maupun apa yang dibahas dlm thread ini yaitu ttg susunan dan komposisi rakaat shalat wajib 5 waktu…

Kesemua hal ini tersusun dan terstruktur dengan hitungan yang sistematis dan teliti.tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Sebenarnya bila diketahui, (sebagian) ilmu tersebut meliputi risalah-risalah yang disampaikan dan ilmu yang ada pada para Rasul.

Tp kl masih ada yg bertanya maksudnya apa setelah segala sesuatunya telah jelas, mungkin ayat inilah jawabannya….:

“Neraka (saqar) adalah pembakar kulit manusia. Di atasnya ada sembilan belas (19) penjaga Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami jadikan bilangan mereka itu untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang¬orang yang diberi Kitab menjadi yakin, dan supaya orang-orang yang beriman bertambah iman nya, dan supaya orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatankan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?’ “ (al-Muddatstsir 74: 29-31)

Dari :

Catatan Matematika Universitas Negeri Jakarta

Oleh: syaddad | Selasa, 21 April 2009

Konsep Pemrograman Berbasis Objek (Bagian 3 – Habis)

Enkapsulasi

Enkapsulasi (encapsulation) berguna untuk menyembunyikan informasi class dari luar (data hidding) dimana data member tidak dapat diubah atau diakses secara langsung. Kata kunci private merupakan ciri khasnya.

File bukuenkapsulasi.java

class bukuenkapsulasi {

private String judul; private String pengarang; private int tahun;

public bukuenkapsulasi(String judul,String pengarang,int tahun){

this.judul =judul; this.pengarang =pengarang; this.tahun = tahun; }

void setjudul(String judul)

{ judul = judul;}

void setpengarang(String pengarang)

{ pengarang = pengarang;}

void settahun(int tahun)

{ tahun = tahun;}

String ambiljudul()

{ return judul;}

String ambilpengarang()

{ return pengarang;}

int ambiltahun()

{ return tahun;}}

File bukuenkapsulasiberaksi.java

public class bukuenkapsulasiberaksi{

public static void main(String[] args){

bukuenkapsulasi identitasbuku = new bukuenkapsulasi(“Konsep OOP”, “Fathan Althafunnas”,2008);

System.out.println(“Judul : “+identitasbuku.ambiljudul());

System.out.println(“Pengarang : “+identitasbuku.ambilpengarang());

System.out.println(“Tahun : “+identitasbuku.ambiltahun()); }}

Dari contoh tersebut terlihat bahwa variable dengan kata kunci private memiliki arti bahwa variable tersebut hanya dapat diakses pada class yang sama, sehingga kita dapat mengakses secara langsung melalui nama variable objek diikuti titik dan nama variable.

System.out.println(“Judul : ”+identitasbuku.judul); //tidak boleh

System.out.println(“Judul : ”+identitasbuku.ambiljudul()); //judul didapat dengan method ambil judul()

Inheritance (Pewarisan)

Pewarisan atau lebih dikenal dengan inheritance dalam dunia pemrograman berbasis objek berfungsi untuk membuat class baru dari class yang sudah ada. Inheritance menjadikan suatu class lebih barguna (reusability) karena dapat digunakan untuk menghasilkan class-class lain yang lebih spesifik.

File orangdunia.java

class orangdunia {

void orangasia(){

System.out.println(“Orang Asia”);

System.out.println(“=================”); }

void orangafrika(){

System.out.println(“\nOrang Afrika”);

System.out.println(“=================”); }

void orangeropa(){

System.out.println(“\nOrang Eropa”);

System.out.println(“=================”); }}

File ciriorangdunia.java

class ciriorangdunia extends orangdunia {

String warnakulit;

String warnarambut;

String jenisrambut;

public void asia(String Awarnakulit,String Awarnarambut,String Ajenisrambut){

warnakulit = Awarnakulit ;

warnarambut = Awarnarambut ;

jenisrambut = Ajenisrambut ;

System.out.println(“Warna Kulit: “+Awarnakulit);

System.out.println(“Warna Rambut: “+Awarnarambut);

System.out.println(“Jenis Rambut: “+Ajenisrambut); }

public void afrika(String Fwarnakulit,String Fwarnarambut,String Fjenisrambut) {

warnakulit = Fwarnakulit ;

warnarambut = Fwarnarambut ;

jenisrambut = Fjenisrambut ;

System.out.println(“Warna Kulit: “+Fwarnakulit);

System.out.println(“Warna Rambut: “+Fwarnarambut);

System.out.println(“Jenis Rambut: “+Fjenisrambut); }

public void eropa(String Ewarnakulit,String Ewarnarambut,String Ejenisrambut) {

warnakulit = Ewarnakulit ;

warnarambut = Ewarnarambut ;

jenisrambut = Ejenisrambut ;

System.out.println(“Warna Kulit: “+Ewarnakulit);

System.out.println(“Warna Rambut: “+Ewarnarambut);

System.out.println(“Jenis Rambut: “+Ejenisrambut); } }

File ciriorangduniaberaksi.java

class ciriorangduniaberaksi {

public static void main(String[] args) {

// Membuat object

ciriorangdunia ciriorang = new ciriorangdunia();

ciriorang.orangasia();

ciriorang.asia(“Kuning Langsat”,”Hitam”,”Lurus”);

ciriorang.orangafrika();

ciriorang.afrika(“Hitam”,”Hitam”,”Kribo”);

ciriorang.orangeropa();

ciriorang.eropa(“Putih”,”Pirang”,”Ikal”); }}

Polimorfisme

Polimorfisme memiliki arti kemampuan untuk memiliki bentuk berbeda. Dalam istilah pemrograman, kata ini memiliki arti kemampuan suatu objek memiliki berbagai bentuk, baik sebagai objek dari class-nya sendiri atau objek dari superclass-nya.

Polimorfisme punya 2 bentuk, yaitu :

  • Overloading. Penggunaan satu nama untuk beberapa method yang berbeda parameter.

File aritmatika.java

class aritmatika{

double perkalian;

double pembagian;

public aritmatika(double a, double b, double c){

perkalian = a * b * c;

System.out.println(“perkalian : “+a+” x “+b+” x “+c+” = “+perkalian);}

public aritmatika(double a, double b){

pembagian = a / b;

System.out.println(“Pembagian : “+a+” / “+b+” = “+pembagian);} }

File aritmatikaoverloading.java

public class aritmatikaoverloading{

public static void main(String[] args){

aritmatika operasiaritmatika1 = new aritmatika(23.5,12.67,34.78);

aritmatika operasiaritmatika2 = new aritmatika(80.67,12.5); }}

  • Overidding. Terjadi ketika deklarasi method subclass sama dengan method dari superclassnya .

File OrangAsiaAfrika.java

class OrangAsiaAfrika {

void ciriasia(){

System.out.println(“Ciri-Ciri Orang Asia”);

System.out.println(“=================”); }

void ciriafrika(){

System.out.println(“\nCiri-Ciri Orang Afrika”);

System.out.println(“=================”); } }

File CiriOrangAsiaAfrika.java

class CiriOrangAsiaAfrika extends OrangAsiaAfrika {

String warnakulit;

String jenisrambut;

public void ciriasia(String Awarnakulit, String Ajenisrambut) {

warnakulit = Awarnakulit ;

jenisrambut = Ajenisrambut ;

System.out.println(“Warna Kulit: “+Awarnakulit);

System.out.println(“Jenis Rambut: “+Ajenisrambut); }

public void afrika(String Fwarnakulit, String Fjenisrambut) {

warnakulit = Fwarnakulit ;

jenisrambut = Fjenisrambut ;

System.out.println(“Warna Kulit: “+Fwarnakulit);

System.out.println(“Jenis Rambut: “+Fjenisrambut); }}

File CiriOrangAsiaAfrikaBeraksi.java

class CiriOrangAsiaAfrikaBeraksi {

public static void main(String[] args) {

// Membuat object

CiriOrangAsiaAfrika ciriorang = new CiriOrangAsiaAfrika();

ciriorang.ciriasia();

ciriorang.ciriasia(“Kuning Langsat”,”Lurus”);

ciriorang.ciriafrika();

ciriorang.afrika(“Hitam”,”Kribo”); }}

Packages

Dalam mengatur definisi class, Java memakai konsep packages. Packages adalah koleksi dari beberapa class dan interface yang berhubungan, dan menyediakan proteksi akses dan pengelolaan namespace. Konsep packages ini digunakan untuk mengelompokkan class dalam satu group. Ciri khusus packages adalah penggunaan keyword package.

Apabila kita menempatkan 3 file java dalam folder yang sama, maka kita dapat menggunakan nama package sesuai nama folder tersebut. Lalu apabila dalam folder tersebut terdapat subfolder maka program dalam subfolder menggunakan package dengan nama yang diawali nama folder lalu diikuti tanda titik dan nama subfolder.

Misalnya kita memiliki folder c:\LatihanJAVA\elektronik, maka file televisi.java dan radio.java harus berada dalam subfolder elektronik, sedangkan file elektronikberaksi.java berada dalam folder LatihanJAVA.

File televisi.java

package elektronik;

public class televisi{

public String merek;

public int tahun;

public void infoelektronik(){

System.out.println(“Televisi”);

System.out.println(“===========i”);

System.out.println(“Merek : ”+merek);

System.out.println(“Tahun Produksi : ”+tahun); }}

File radio.java

package elektronik;

public class radio{

public String merek;

public int tahun;

public void infoelektronik(){

System.out.println(“\nRadio”);

System.out.println(“===========i”);

System.out.println(“Merek : ”+merek);

System.out.println(“Tahun Produksi : ”+tahun); }}

File elektronikberaksi.java

import elektronik.televisi;

import elektronik.radio;

public class elektronikberaksi{

public static void main(String[] args){

televisi TV = new televisi();

TV.merek = “SHARP”;

TV.tahun = 2009;

TV.infoelektronik();

radio RDO = new radio();

RDO.merek = “SONY”;

RDO.tahun = 2008;

RDO.infoelektronik(); }}

Interface

Interface dalam JAVA sebenarnya sama dengan class (ada pula yang mengatakan bukan class tetapi aturan-aturan untuk class) tetapi hanya memiliki deklarasi method tanpa implementasi. Interface kita gunakan apabila kita ingin menentukan apa yang harus dilakukan oleh suatu class tapi tidak menentukan bagaimana cara untuk melakukannya.

File KontrolAC.java

interface KontrolAC{

public static final int hidup=1;

public static final int mati=0;

public static final int dingin=1;

public static final int panas=0;

public abstract void hidupkan();

public abstract void matikan();

public abstract void dinginkan();

public abstract void panaskan(); }

File AC.java

class AC implements KontrolAC{

int statusAC = 0;

int suhuAC = 0;

public void hidupkan(){

if (this.statusAC == mati)

{ this.statusAC = hidup; System.out.println(“Hidupkan AC!”); }

Else { System.out.println(“AC sudah dihidupkan!”); }}

public void matikan(){

if (this.statusAC == hidup) {

this.statusAC = mati; System.out.println(“Matikan AC!”); }

else { System.out.println(“AC sudah dimatikan!”); }}

public void dinginkan(){

if (this.suhuAC == panas) {

this.suhuAC = dingin; System.out.println(“Dinginkan suhu AC!”); }

else {System.out.println(“Suhu AC sudah didinginkan!”);}}

public void panaskan(){

if (this.suhuAC == dingin){

this.suhuAC = panas; System.out.println(“Panaskan suhu AC!”); }

else { System.out.println(“Suhu AC sudah dipanaskan!”); }}}

File ACberaksi.java

public class ACberaksi{

public static void main(String[] args){

AC ACRuangan = new AC();

System.out.println(“Status AC Saat Ini: Mati”);

System.out.println(“Suhu AC Saat Ini: Panas”);

System.out.println(“========================”);

ACRuangan.hidupkan();

ACRuangan.dinginkan();

System.out.println(“========================”);

ACRuangan.hidupkan();

ACRuangan.dinginkan();

System.out.println(“========================”);

ACRuangan.panaskan();

ACRuangan.matikan();

System.out.println(“========================”);

ACRuangan.matikan();

ACRuangan.panaskan(); }}

Oleh: syaddad | Jumat, 17 April 2009

Konsep Pemrograman Berbasis Objek (Bagian 2)

Tulisan sebelumnya (Konsep Pemrograman Berbasis Objek – Bagian 1) telah membahas paradigma objek, objek, class dan method. Sekarang kita melanjutkan pemebahasan kita dengan message, parameter, keyword this, dan konstruktor.

Message dan Parameter

Objek dalam dunia pemrograman computer berinteraksi dan berkomunikasi dengan objek lainnya dengan cara mengirimkan message (pesan). Sedangkan informasi yang ada di dalam message tadi biasa kita kenal dengan sebutan parameter. Berikut contoh kode program untuk implementasi message dan parameter.

File matematika.java

class matematika{

int tambah;

int kurang;

// method

void penjumlahan(int a, int b) {

tambah= a + b;

System.out.println(“Penjumlahan : “+ a +” + ”+ b + ” = ”+tambah);

}

void pengurangan(int c, int d) {

kurang= c – d;

System.out.println(“Pengurangan : “+ c +” – ”+ d + ” = ”+kurang);

}

}

File matematikaberaksi.java

public class matematikaberaksi {

public static void main(String[] args) {

// Membuat object

matematika aritmatika = new matematika();

// Memanggil method dan menunjuk nilai parameter

aritmatika.penjumlahan(30,30);

aritmatika.pengurangan(50,30);

}}

Kata Kunci This

Kata kunci atau keyword this digunakan dalam pembuatan class untuk menyatakan objek sekarang. Sebagai contoh perhatikan contoh berikut :

=========== begin of file ===============

class orangindonesia{

String nama;

int umur;

void dataorang(String namaorang, int umurorang){

nama = warnaorang;

umur = umurorang;

}

========== end of file ============

=========== begin of file ==========

class orangindonesia{

String nama;

int umur;

void dataorang(String namaorang, int umurorang){

this.nama = warnaorang;

this.umur = umurorang;

}

========== end of file ============

Konstruktor

Konstruktor merupakan method yang digunakan untuk memberikan nilai awal pada saat objek diciptakan dan dipanggil secara otomatis ketika keyword new digunakan untuk membuat instance class. Konstruktor punya 2 sifat, yaitu (1) nama konstruktor sama dengan nama class, dan (2) tidak memiliki nilai balik dan tidak boleh menggunakan keyword void.

File buku.java

class buku {

String judul;

String pengarang;

String penerbit;

int tahun;

public buku(String judul,String pengarang,String penerbit,int tahun){

this.judul =judul;

this.pengarang =pengarang;

this.penerbit =penerbit;

this.tahun = tahun;

}

public void infobuku(){

System.out.println(“Judul: ” + this.judul);

System.out.println(“Pengarang: ” + this.pengarang);

System.out.println(“Penerbit: ” + this.penerbit);

System.out.println(“Tahun: ” + this.tahun);

}

}

File bukukonstruktor.java

public class bukukonstruktor{

public static void main(String[] args){

buku identitasbuku = new buku(“Konsep OOP”, “Fathan Althafunnas”, “Althafunnas Offset”,2008);

identitasbuku.infobuku();

}}

Bagaimana dengan inheritance, Polymorphism, Packages, dan interface ? ikuti artikel selanjutnya.

Bersambung….

Oleh: syaddad | Jumat, 17 April 2009

Konsep Pemrograman Berbasis Objek (Bagian 1)

Pemrograman Berbasis Objek merupakan metode pengembangan perangkat lunak menggunakan pendekatan objek dalam dunia nyata. Karena sesuai dengan model kehidupan nyata, segala bagian (entiti) dari suatu permasalahan adalah objek. Objek ini juga dapat berupa gabungan dari beberapa objek yang lebih kecil.

Salah satu konsep yang sangat diperlukan dalam menguasai pemrograman berbasis objek adalah paradigma objek karena tanpa paradigma objek akan sulit di dalam memahami dan mempelajari pemrograman berbasis objek. Paradigma objek bisa diartikan sebagai cara pandang yang memandang segala sesuatu sebagai objek.

Object dan Class

Kita ambil salah satu benda dari dunia nyata sebagai objek, misalnya “orang”. Yang dimanakan “orang” tentu memiliki nama, tinggi badan, berat badan, jenis kelamin dan lain-lain. Sekarang objek “orang” dalam dunia nyata tadi kita jadikan kode program dalam class orang sebagai berikut :
class orang {
String nama;
String sex;
int tinggibadan;
int beratbadan;
}

Selamat ! Anda baru saja membuat class dalam Java. Simpan kode program tersebut dengan nama file orang.java

Class dapat diumpamakan seperti spesifikasi atau blueprint. Sedangkan object dalam dunia pemrograman adalah object yang dibuat dari class tertentu. Sekarang kita sempurnakan class orang yang telah kita buat dengan pemanggilan attribute. Attribute bisa dikatakan sebagai variable (member) dari objek.

Simpan kode program berikut dengan nama file ciriorang.java

public class ciriorang {
public static void main(String[] args){
// Membuat object
orang indonesia = new orang();

/* memanggil atribut dan memberi nilai */
indonesia.nama= “Syaddad Taqiyuddin”;
indonesia.sex= “Laki-Laki”;
indonesia.tinggibadan= 170;
indonesia.beratbadan= 65;
System.out.println(“Nama: ” + indonesia.nama);
System.out.println(“Jenis Kelamin: ” + indonesia.sex);
System.out.println(“Tinggi Badan: ” + indonesia.tinggibadan+”cm”);
System.out.println(“Berat Badan: ” + indonesia.beratbadan+”kg”);
}}

Method
Method merupakan implementasi dari bagaimana bekerjanya sebuah class. Method dapat melakukan manipulasi data, perhitungan matematika dan memonitor kejadian dari suatu event. Berikut ini contoh kode programan membuat dan memanggil method.

File orang2.java
class orang2 {
String nama;
String sex;
int tinggibadan;
int beratbadan;

void tampilorang(){
System.out.println(“Nama: ” +nama);
System.out.println(“Jenis Kelamin: ” +sex);
System.out.println(“Tinggi Badan: ” +tinggibadan+”cm”);
System.out.println(“Berat Badan: ” +beratbadan+”kg”);
}
}

File ciriorang2.java
public class ciriorang2 {
public static void main(String[] args){
// Membuat object
orang2 indonesia = new orang2();

/* memanggil atribut dan memberi nilai */
indonesia.nama= “Fayhan Althafunnas”;
indonesia.sex= “Laki-Laki”;
indonesia.tinggibadan= 165;
indonesia.beratbadan= 60;
indonesia.tampilorang();
}}

Method merupakan perwujudan aksi atau tindakan dari dunia nyata di dalam pemrograman computer. Method dalam dunia pemrograman computer juga melakkan suatu aksi seperti menampilkan String di konsol.

Bersambung……

Oleh: syaddad | Rabu, 1 April 2009

Wanita Buta

Seluruh penumpang di dalam bus merasa simpati melihat seorang wanita muda dg tongkatnya meraba-raba menaiki tangga bus. Dg tangannya yg lain di meraba posisi dimana sopir berada, dan membayar ongkos bus. Lalu berjalan ke dalam bus mencari-cari bangku yg kosong dg tangannya.

Setelah yakin bangku yg dirabanya kosong, dia duduk. Meletakkan tasnya di atas pangkuan, dan satu tangannya masih memegang tongkat.

Satu tahun sudah, Yasmin, wanita muda itu, mengalami buta. Suatu kecelakaan telah berlaku atasnya, dan menghilangkan penglihatannya untuk selama-lamanya. Dunia tiba-tiba saja menjadi gelap dan segala harapan dan cita-cita menjadi sirna.

Dia adalah wanita yg penuh dg ambisi menaklukan dunia, aktif di segala perkumpulan, baik di sekolah, rumah maupun di lingkungannya. Tiba-tiba saja semuanya sirna, begitu kecelakaan itu dialaminya.

Kegelapan, frustrasi, dan rendah diri tiba-tiba saja menyelimuti jiwanya. Hilang sudah masa depan yg selama ini dicita-citakan.

Merasa tak berguna dan tak ada seorang pun yg sanggup menolongnya ada yg selalu membisiki hatinya. “Bagaimana ini bisa terjadi padaku?” dia menangis. Hatinya protes, diliputi kemarahan dan putus asa.

Tapi, tak peduli sebanyak apa pun dia mengeluh dan menangis, sebanyak apa pun dia protes, sebanyak apapun dia berdo’a dan memohon, dia harus tahu, penglihatannya tak akan kembali.

Diantara frustrasi, depresi dan putus asa, dia masih beruntung, karena mempunyai suami yg begitu penyayang dan setia, Burhan.

Burhan adalah seorang prajurit TNI biasa yg bekerja sebagai security di sebuah perusahaan. Dia mencintai Yasmin dg seluruh hatinya. Ketika mengetahui Yasmin kehilangan penglihatan, rasa cintanya tidak berkurang. Justru perhatiannya makin bertambah, ketika dilihatnya Yasmin tenggelam kedalam jurang keputus-asaan. Burhan ingin menolong mengembalikan rasa percaya diri Yasmin, seperti ketika Yasmin belum menjadi buta.

Burhan tahu, ini adalah perjuangan yg tidak gampang. Butuh extra waktu dan kesabaran yg tidak sedikit.
Karena buta, Yasmin tidak bisa terus bekerja di perusahaannya. Dia berhenti dg terhormat.

Burhan mendorongnya supaya belajar huruf Braile. Dg harapan, suatu saat bisa berguna untuk masa depan. Tapi bagaimana Yasmin bisa belajar? Sedangkan untuk pergi ke mana-mana saja selalu diantar Burhan? Dunia ini begitu gelap. Tak ada kesempatan sedikitpun untuk bisa melihat jalan.

Dulu, sebelum menjadi buta, dia memang biasa naik bus ke tempat kerja dan ke mana saja sendirian.
Tapi kini, ketika buta, apa sanggup dia naik bus sendirian? Berjalan sendirian? Pulang-pergi sendirian?
Siapa yg akan melindunginya ketika sendirian? Begitulah yg berkecamuk di dalam hati Yasmin yg putus asa.

Tapi Burhan membimbing jiwa Yasmin yg sedang frustasi dg sabar. Dia merelakan dirinya untuk mengantar Yasmin ke sekolah, dimana Yasmin musti belajar huruf Braile.

Dg sabar Burhan menuntun Yasmin menaiki bus kota menuju sekolah yg dituju. Dg Susah payah dan tertatih-tatih Yasmin melangkah bersama tongkatnya. Sementara Burhan berada di sampingnya.

Selesai mengantar Yasmin dia menuju tempat dinas. Begitulah, selama berhari-hari dan berminggu-minggu Burhan mengantar dan menjemput Yasmin. Lengkap dg seragam dinas security.

Tapi lama-kelamaan Burhan sadar, tak mungkin selamanya Yasmin harus diantar; pulang dan pergi. Bagaimanapun juga Yasmin harus bisa mandiri, tak mungkin selamanya mengandalkan dirinya. Sebab dia juga punya pekerjaan yg harus dijalaninya.

Dg hati-hati dia mengutarakan maksudnya, supaya Yasmin tak tersinggung dan merasa dibuang. Sebab bagaimanapun juga Yasmin masih terpukul dg musibah yg di alaminya. Seperti yg diramalkan Burhan, Yasmin histeris mendengar itu. Dia merasa dirinya kini benar-benar telah tercampakkan.

“Saya buta, tak bisa melihat!” teriak Yasmin.
“Bagaimana saya bisa tahu saya ada di mana? Kamu telah benar-benar meninggalkan saya.” Burhan hancur hatinya mendengar itu. Tapi dia sadar apa yg musti dilakukan.

Mau tak mau Yasmin musti terima. Musti mau menjadi wanita yg mandiri.

Burhan tak melepas begitu saja Yasmin. Setiap pagi, dia mengantar Yasmin menuju halte bus.

Dan setelah dua minggu, Yasmin akhirnya bisa berangkat sendiri ke halte. Berjalan dg tongkatnya. Burhan menasehatinya agar mengandalkan indera pendengarannya, di manapun dia berada.

Setelah dirasanya yakin bahwa Yasmin bisa pergi sendiri, dg tenang Burhan pergi ke tempat dinas. Sementara Yasmin merasa bersyukur bahwa selama ini dia mempunyai suami yg begitu setia dan sabar membimbingnya.

Memang tak mungkin bagi Burhan untuk terus selalu menemani setiap saat ke manapun dia pergi.
Tak mungkin juga selalu diantar ke tempatnya belajar, sebab Burhan juga punya pekerjaan yg harus dilakoni. Dan dia adalah wanita yg dulu, sebelum buta, tak pernah menyerah pada tantangan dan wanita yg tak bisa diam saja. Kini dia harus menjadi Yasmin yg dulu, yg tegar dan menyukai tantangan dan suka bekerja dan belajar.

Hari-hari pun berlalu. Dan sudah beberapa minggu Yasmin menjalani rutinitasnya belajar, dg mengendarai bus kota sendirian.

Suatu hari, ketika dia hendak turun dari bus, sopir bus berkata, “saya sungguh iri padamu”.

Yasmin tidak yakin, kalau sopir itu bicara padanya.
“Anda bicara pada saya?”
” Ya”, jawab sopir bus.
“Saya benar-benar iri padamu”. Yasmin kebingungan, heran dan tak habis berpikir, bagaimana bisa di dunia ini seorang buta, wanita buta, yg berjalan terseok-seok dg tongkatnya hanya sekedar mencari keberanian mengisi sisa hidupnya, membuat orang lain merasa iri?

“Apa maksud anda?” Yasmin bertanya penuh keheranan pada sopir itu.

“Kamu tahu,” jawab sopir bus, “Setiap pagi, sejak beberapa minggu ini, seorang lelaki muda dg seragam militer selalu berdiri di sebrang jalan.

Dia memperhatikanmu dg harap-harap cemas ketika kamu menuruni tangga bus. Dan ketika kamu menyebrang jalan, dia perhatikan langkahmu dan bibirnya tersenyum puas begitu kamu telah melewati jalan itu. Begitu kamu masuk gedung sekolahmu, dia meniupkan ciumannya padamu, memberimu salut, dan pergi dari situ. Kamu sungguh wanita beruntung, ada yg memperhatikan dan melindungimu”.

Air mata bahagia mengalir di pipi Yasmin. Walaupun dia tidak melihat orang tsb, dia yakin dan merasakan kehadiran Burhan di sana. Dia merasa begitu beruntung, sangat beruntung, bahwa Burhan telah memberinya sesuatu yg lebih berharga dari penglihatan.

Sebuah pemberian yg tak perlu untuk dilihat;

kasih sayang yg membawa cahaya, ketika dia berada dalam kegelapan.

  • **


Teman, kita ibarat orang buta.

Yg diperintahkan untuk mengabdi kpdNya …bekerja dan berusaha

Kita adalah orang buta yg terus diberi semangat ..

Kita tak bisa melihat Alloh.
Tapi Alloh terus membimbing kita seperti cerita Yasmin
untuk memompa semangat kita .

Note :
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”
Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.
( Q.S. 6:76 )

  • *********

On Behalf Of Jihaduddin Fikri

Oleh: syaddad | Rabu, 1 April 2009

Kesederhanaan Khalifah Umar

Ketika menerima utusan dari negara-negara di jazirah arab yg pernah ditaklukan, khalifah umar bin khattab menyambutnya dengan menggunakan jubah satu-satunya yg lusuh dan banyak memiliki tambalan. Jumlah tambalan yg ada pada jubah tersebut ada dua belas.

Sebagai pengganti khalifah Abu Bakar, mestinya khalifah Umar mendapat gaji lebih banyak dari Abu Bakar, sebab wilayah kekhalifahan islam semakin luas, sehingga semakin banyak pula tugas dan kewajiban khalifah Umar, rakyatpun semakin makmur. Tetapi ia meminta penerimaan gajinya sama dengan khalifah Abu Bakar pendahulunya.

Para sahabat merasa iba dan prihatin atas sikap dan kesederhanaan khalifah Umar itu. Beberapa kali mereka mengusulkan agar khalifah umar mau menerima gaji yg sesuai dengan tanggung jawabnya, namun usulan itu selalu ditolaknya.

“kenapa kalian memaksaku untuk menerima gaji yg melebihi dari kebutuhanku?” kata khalifah Umar. “Ketahuilah meskipun Rasulullah diampunkan dosanya yg telah lewat dan yg akan datang, namun beliau tetap memilih hidup melarat, tetapi tetap bersemangat dalam beribadah, apalagi aku?”.

Itulah khalifah umar bin khattab yg terkenal dengan kezuhudanya. Meski dia sebagai kepala negara atau amirul mukminin, dia tak tergiur oleh gemerlapnya harta benda. Jangankan untuk korupsi, mengambil yg menjadi haknya sendiri saja ia enggan melakukannya.
Karena jubah yg dikenakan selalu itu saja, jubah yg lusuh dan penuh tambalan, para sahabat mengusulkan agar khalifah umar mau menggantinya dengan yg baru. Hal itu merupakan pertimbangan para sahabat, demi menjaga kewibawaan seorang amirul mukminin. Untuk itu, para sahabat bersepakat menunjuk Ali bin Abi Thalib mewakili mereka menyampaikan usulan itu. Mengingat Ali adalah menantu Rasulullah.

“Aku tak berani menyampaikan usulan kalian,” kata Ali bin Thalib, sebaiknya kalian menemui para istri Rasulullah. Mereka adalah ummul mukminin, jadi lebih pantas untuk menyampaikannya. Para sahabat kemudian menemui Aisyah dan Hafsah, dua istri rasul yg tinggal serumah. Karena diminta kedua ummul mukminin itu datang menemui khalifah Umar.

“Bolehkah aku menyampaikan sesuatu kepadamu wahai amirul mukminin?” kata Aisyah.
“Silahkan,” jawab khalifah Umar.

“Khalifah Umar anda adalah seorang pemimpin negara. Anda mewarisi kekayaan kaisar romawi dan persi, pada saat anda menerima para utusan bangsa arab, anda mengenakan jubah yg lusuh, bagaimana kalau anda mengganti jubah yg anda kenakan dengan yg baru agar tampak anggun dan berwibawa sebagai khalifah. Bukankah Allah telah melimpahkan harta yg berlebih dihadapan anda?”. Belum sampai aisyah menghabiskan ucapanya, tiba-tiba khalifah Umar menangis.

“Demi Allah aku bertanya kepadamu. Pernahkah rasulullah merasa kenyang karena malam roti mewah selama berhari-hari dalam hidupnya?” tanya khalifah Umar.

“Tidak pernah, jawab Aisyah.

“Pernahkah Rasulullah minta diberi hidangan makanan yang enak-enak dan pakaian yang bagus-bagus?”

“Belum pernah.” Jawab Aisyah
“wahai istri Rasulullah, jika kalian tak pernah menyaksikan rasulullah makan dan berpakaian serba merah, lalu mengapa kalian berdua datang mengusulkan agar aku hidup mewah sepeninggal beliau?.

Dari riwayat tersebut bisa kita ambil makna yang mendalam tentang arti sebuah kesederhanaan hidup. Bisa kita bayangkan Khalifah umar sebagai raja pada masa itu tidak merasa malu dan gengsi dengan penampilan jubahnya yang lusuh dan penuh tambalan dihadapan para duta besar utusan negara lain dan disaksikan seluruh rakyatnya. Karena umar tidak mau memanfaatkan fasilitas yang hanya akan membebani negara, mendingan diberikan buat kemakmuran rakyatnya saja.
Subhanallah jika semua orang dan pemimpin kita pada masa sekarang ini bisa meniru kebesaran hati dan kesederhanaam khalifah Umar. Semoga kita semua bisa meneladani sikap kesederhanaan dan bijaksananya khalifah Umar dalam kehidupan kita. Amin.

“Ponpes Al Rahmah” <reg_ar@yahoo.com>

  • **********

Ada gak ya caleg/capres yg seperti itu ? Kalo ada WAJIB dipilih !🙂

Oleh: syaddad | Rabu, 1 April 2009

Pola Makan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Dari sepenggal cerita Prof. Dr. Mushtopa Romadlon:

Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia, termasuk dalam hal pola makan. Memang sih, hanya urusan makanan. Tetapi kalau dengan pola makan tersebut, Rasulullah kemudian memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan sanggup mengalahkan para pegulat, tampaknya kita harus mikir lagi untuk mengatakan hanya. Ini bukan perkara remeh. Sebab salah satu faktor penting penunjang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsinya.

Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit / pencegahan ( At thib Al wiqo`i), dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al `ilaji). Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus “berhubungan” dengan obat-obat kimia.

Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Sudah umum di ketahui bahwa udara pagi kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain. Ini ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktifitasnya selama sehari penuh. Maka tidak usah heran ketika kita tidak bangun di subuh hari, kita menjadi terasa begitu malas untuk beraktifitas. Selanjutnya rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.

Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur`an, kata “syifa” / kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Dalam istilah orang arab, madu dikenal dengan “al hafidz al amin”, karena bisa menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa`/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra`, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma!

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu suadah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk menncegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam alquran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az zaytun” di ulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan ”ahsni taqwim”, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah! Syaikh Ahmad Yasin adalah salah seorang yang rutin mengkonsumsi jenis makanan ini, sehingga wajarlah beliau tetap sehat, kuat dan begitu menggentarkan para yahudi, meskipun lumpuh sejak kecil. Kalau saja beliau tidak lumpuh, barangkali sudah habis para yahudi Israel itu.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, belaiau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Anda kenal nama tersebut? Di mesir, kata Dr. Musthofa, keduanya mirip dengan sabbath dan ba`dunis. Masih tidak kenal juga? Dr. Musthofa kemudian menjelaskan, secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi. Maka, para penggemar kangkung dan bayam tidak usah panik.

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira seperti bubur ayam begitulah. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Sekarang masuk pada tata cara mengkonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari isrof, atau berlebihan. Kata Rasulullah, “cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (al hadis). Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima, dan aktifitaspun tidak akan maksimal. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab`u ,yang berarti kenyang itu bukan al imtila` , atau memenuhi. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting;
jangan kekenyangan!

Kemudian Rasulullah juga melarang untuk idkhol at thoam alatthoam, alias makan lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “apa yang membuatmu menangis, wahai bunda?” tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab, “dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah
yakin bahwa anda sudah kenyang.

Yang selanjutnya, rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra ” Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”.

“Ponpes Al Rahmah” <reg_ar@yahoo.com>

Oleh: syaddad | Jumat, 6 Februari 2009

Apa itu Khilafah ?

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi. Khilafah terkadang juga disebut Imamah; dua kata ini mengandung pengertian yang sama dan banyak digunakan dalam hadits-hadits shahih.

Sistem pemerintahan Khilafah tidak sama dengan sistem manapun yang sekarang ada di Dunia Islam. Meskipun banyak pengamat dan sejarawan berupaya menginterpretasikan Khilafah menurut kerangka politik yang ada sekarang, tetap saja hal itu tidak berhasil, karena memang Khilafah adalah sistem politik yang khas.

Khalifah adalah kepala negara dalam sistem Khilafah. Dia bukanlah raja atau diktator, melainkan seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at. Tanpa bai’at, seseorang tidak bisa menjadi kepala negara. Ini sangat berbeda dengan konsep raja atau dictator, yang menerapkan kekuasaan dengan cara paksa dan kekerasan. Contohnya bisa dilihat pada para raja dan diktator di Dunia Islam saat ini, yang menahan dan menyiksa kaum Muslim, serta menjarah kekayaan dan sumber daya milik umat.

Kontrak bai’at mengharuskan Khalifah untuk bertindak adil dan memerintah rakyatnya berdasarkan syariat Islam. Dia tidak memiliki kedaulatan dan tidak dapat melegislasi hukum dari pendapatnya sendiri yang sesuai dengan kepentingan pribadi dan keluarganya. Setiap undang-undang yang hendak dia tetapkan haruslah berasal dari sumber hukum Islam, yang digali dengan metodologi yang terperinci, yaitu ijtihad. Apabila Khalifah menetapkan aturan yang bertentangan dengan sumber hukum Islam, atau melakukan tindakan opresif terhadap rakyatnya, maka pengadilan tertinggi dan paling berkuasa dalam sistem Negara Khilafah, yaitu Mahkamah Mazhalim dapat memberikan impeachment kepada Khalifah dan menggantinya.

Sebagian kalangan menyamakan Khalifah dengan Paus, seolah-olah Khalifah adalah Pemimpin Spiritual kaum Muslim yang sempurna dan ditunjuk oleh Tuhan. Ini tidak tepat, karena Khalifah bukanlah pendeta. Jabatan yang diembannya merupakan jabatan eksekutif dalam pemerintahan Islam. Dia tidak sempurna dan tetap berpotensi melakukan kesalahan. Itu sebabnya dalam sistem Islam banyak sarana check and balance untuk memastikan agar Khalifah dan jajaran pemerintahannya tetap akuntabel.

Khalifah tidak ditunjuk oleh Allah, tetapi dipilih oleh kaum Muslim, dan memperoleh kekuasaannya melalui akad bai’at. Sistem Khilafah bukanlah sistem teokrasi. Konstitusinya tidak terbatas pada masalah religi dan moral sehingga mengabaikan masalah-masalah sosial, ekonomi, kebijakan luar negeri dan peradilan. Kemajuan ekonomi, penghapusan kemiskinan, dan peningkatan standar hidup masyarakat adalah tujuan-tujuan yang hendak direalisasikan oleh Khilafah. Ini sangat berbeda dengan sistem teokrasi kuno di zaman pertengahan Eropa dimana kaum miskin dipaksa bekerja dan hidup dalam kondisi memprihatinkan dengan imbalan berupa janji-janji surgawi. Secara histories, Khilafah terbukti sebagai negara yang kaya raya, sejahtera, dengan perekonomian yang makmur, standar hidup yang tinggi, dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang industri serta riset ilmiah selama berabad-abad.

Khilafah bukanlah kerajaan yang mementingkan satu wilayah dengan mengorbankan wilayah lain. Nasionalisme dan rasisme tidak memiliki tempat dalam Islam, dan hal itu diharamkan. Seorang Khalifah bisa berasal dari kalangan mana saja, ras apapun, warna kulit apapun, dan dari mazhab manapun, yang penting dia adalah Muslim. Khilafah memang memiliki karakter ekspansionis, tapi Khilafah tidak melakukan penaklukkan wilayah baru untuk tujuan menjarah kekayaan dan sumber daya alam wilayah lain. Khilafah memperluas kekuasaannya sebagai bagian dari kebijakan luar negerinya, yaitu menyebarkan risalah Islam.

Khilafah sama sekali berbeda dengan sistem Republik yang kini secara luas dipraktekkan di Dunia Islam. Sistem Republik didasarkan pada demokrasi, dimana kedaulatan berada pada tangan rakyat. Ini berarti, rakyat memiliki hak untuk membuat hukum dan konstitusi. Di dalam Islam, kedaulatan berada di tangan syariat. Tidak ada satu orang pun dalam sistem Khilafah, bahkan termasuk Khalifahnya sendiri, yang boleh melegislasi hukum yang bersumber dari pikirannya sendiri.

Khilafah bukanlah negara totaliter. Khilafah tidak boleh memata-matai rakyatnya sendiri, baik itu yang Muslim maupun yang non Muslim. Setiap orang dalam Negara Khilafah berhak menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan-kebijakan negara tanpa harus merasa takut akan ditahan atau dipenjara. Penahanan dan penyiksaan tanpa melalui proses peradilan adalah hal yang terlarang.

Khilafah tidak boleh menindas kaum minoritas. Orang-orang non Muslim dilindungi oleh negara dan tidak dipaksa meninggalkan keyakinannya untuk kemudian memeluk agama Islam. Rumah, nyawa, dan harta mereka, tetap mendapat perlindungan dari negara dan tidak seorangpun boleh melanggar aturan ini. Imam Qarafi, seorang ulama salaf merangkum tanggung jawab Khalifah terhadap kaum dzimmi: “Adalah kewajiban seluruh kaum Muslim terhadap orang-orang dzimmi untuk melindungi mereka yang lemah, memenuhi kebutuhan mereka yang miskin, memberi makan yang lapar, memberikan pakaian, menegur mereka dengan santun, dan bahkan menoleransi kesalahan mereka bahkan jika itu berasal dari tetangganya, walaupun tangan kaum Muslim sebetulnya berada di atas (karena faktanya itu adalah Negara Islam). Kaum Muslim juga harus menasehati mereka dalam urusannya dan melindungi mereka dari ancaman siapa saja yang berupaya menyakiti mereka atau keluarganya, mencuri harta kekayaannya, atau melanggar hak-haknya.”

Dalam sistem Khilafah, wanita tidak berada pada posisi inferior atau menjadi warga kelas dua. Islam memberikan hak bagi wanita untuk memiliki kekayaan, hak pernikahan dan perceraian, sekaligus memegang jabatan di masyarakat. Islam menetapkan aturan berpakaian yang khas bagi wanita – yaitu khimar dan jilbab, dalam rangka membentuk masyarakat yang produktif serta bebas dari pola hubungan yang negatif dan merusak, seperti yang terjadi di Barat.

Menegakkan Khilafah dan menunjuk seorang Khalifah adalah kewajiban bagi setiap Muslim di seluruh dunia, lelaki dan perempuan. Melaksanakan kewajiban ini sama saja seperti menjalankan kewajiban lain yang telah Allah Swt perintahkan kepada kita, tanpa boleh merasa puas kepada diri sendiri. Khilafah adalah persoalan vital bagi kaum Muslim..

Khilafah yang akan datang akan melahirkan era baru yang penuh kedamaian, stabilitas dan kemakmuran bagi Dunia Islam, mengakhiri tahun-tahun penindasan oleh para tiran paling kejam yang pernah ada dalam sejarah. Masa-masa kolonialisme dan eksploitasi Dunia Islam pada akhirnya akan berakhir, dan Khilafah akan menggunakan seluruh sumber daya untuk melindungi kepentingan Islam dan kaum Muslim, sekaligus menjadi alternatif pilihan rakyat terhadap sistem Kapitalisme. (hti)

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.