Oleh: syaddad | Rabu, 19 Desember 2007

I Still Have Legs

Dia lahir cacat, tanpa kedua belah tangan. Semua anggota keluarga menganggapnya aib sampai sampai ingin membuangnya kesungai … kecuali
ibunya. Dengan terpaksa, ibunya menitipkan anaknya kepada tetangganya.
Anggap saja namanya adi, hidupnya penuh perjuangan dibawah bimbingan
nenek angkatnya. Terutama bagaimana dia membiasakan diri beraktifitas dengan kedua belah kakinya. Seringkali dia dianggap tidak sopan oleh para pembeli saat menjaga warung neneknya karena memberikan uang kembalian dengan kakinya, dan mereka seringkali hilang marahnya saat adi berkata “maaf, saya tidak punya tangan”.
Beranjak dewasa dia bekerja sebagai pengawas pabrik dan pada akhirnya memutuskan bekerja sendiri sebagai pemulung sampah. Memunguti gelas plastik dan hal lainnya, membersihkan, merapikan lalu dijualnya kembali.Cukup mengesankan apa yang dia peroleh dari ketekunannya bekerja seperti itu. Dia memiliki rumah kecil daerah tangerang bersama istri dan 2 orang anak, dimana didalam rumah itu terdapat tv, kulkas, dapur, dan semua peralatan yang memadai dan masih terlihat baru.

Adi yakin bahwa sukses itu memerlukan harga yang harus dibayar. Hasil tabungannya kini mulai diarahkan untuk modal usahanya membuat toko makanan suatu hari nanti.

Saat saya melihat tekad dan hasil jerih payahnya hingga hari ini, saya yakin dia akan bisa mewujudkan impiannya.

Bagaimana dengan kita?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: