Oleh: syaddad | Kamis, 27 Desember 2007

Historis Disrelevansi Modernisme-Materialis

Kemampuan berpikir merupakan salah satu ciri utama yang membedakan antara manusia dengan hewan. Kemampuan ini lahir sebagai fitrah yang harus disyukuri dan disadari signifikansinya. Disamaping itu, sistem kordinasi pada otak selalu menjadi pusat perhatian dan hal yang semakin menarik untuk dikuak, termasuk kompleksitas dan sirkuit kordinasi bagian-bagian sel syaraf, antar sel syaraf, antar belahan otak yang  sangat menkjubkan.Manusia pertama kali berpikir tentunya sejak manusia pertama kali diciptakan, yaitu Adam. Salah satunya dengan kemampuan mengenal benda-benda sekitarnya. Adam dan anak cucunya diberi predikat sebagai ahsani taqwim. Tentunya predikat ini bukan asal-asalan, apalagi tersirat sebagai kalamullah yang selalu penuh dengan pembuktian. Akan tetapi, mengapa justeru kerusakan dimuka bumi banyak diakibatkan oleh tangan manusia ? Hal ini tak lepas dari distabilitas mental dan penyalahgunaan kepercayaan yang diamanahkan, baik oleh kelompok atau individu.Sejarah pemikiran modernisme Barat selalu menjadi bulan-bulanan sebagai biang keladi kerusakan-kerusakan yang terjadi di muka bumi. Aliran-aliran pemikiran modernisme barat yang erat kaitanya dengan perkembangan teknologi dan informasi mempunyai efek empirisme, rasionalisme, dan positifisme. Empirisme muncul pada abad XVI dengan tokoh-tokoh pentolannya seperti David Hume, Jhon Locke dan tokoh-tokoh empirisme lainnya. Aliran ini mengaggap bahwa sumber ilmu pengetahuan dan kebenaran adalah terletak pada pengalaman empiris; hiper-fungsioanalit as panca indera.Dibanding empirisme, rasionalisme lebih populer dengan semboyan utamanya cogito ergo sum . Aliran ini muncul pada abad XVII dengan pola dan haluan berpikir sumber ilmu pengetahuan dan kebenaran terletak pada kinerja akal; hiper-fungsionalita s rasio. Aliran ini merupakan aliran pemikiran yang diagung-agungkan sebagai titik munculnya zaman modern. Rene Descartes yang mereka sebut sebagai bapak modernisme, Spinoza dan tokoh rasionalisme lainya.Positivisme muncul pada abad berikutnya (XVII) mencoba mensintesiskan antara kedua aliran tersebut. Aliran ini menganggap bahwa sinergitas rasio dan emperis merupakan sumber ilmu pengetahuan dan kebenaran. Aliran ini dipelopri oleh Bapak sosioligi Aguste Comte, dan tokoh-tokoh positivisme lainya. Melalui aliran-aliran tersebut sejarah pemikiran modernisme Barat melahirkan modernisme-material is yang menjadi titik awal ditemukanya kelemahan-kelemahan modernisme disamping itu ada juga eksistensialisme, sosialisme, fenomenologi pada abad XVIII/XX.Tentunya, produktifitas  dan fungsionalitas hasil jerih payah mereka tidak berbuah kesia-siaan. Termasuk industrialisasi di Inggris yang diiringi penemuan-penemuan saintis dan teknologis yang manfaatnya sangat sangat dirasakan saat ini. Penemuan-penemuan menciptakan mesin-mesin efesiensi energi, jarak, dan waktu.Akan tetapi, ada arus yang lebih besar yang mengiringi perkembangan tersebut. Pertama, industrialisasi lama-kelamaan didiringi imperialisme yang merugikan  pihak pribumi. Secara umum hasrat (mood) memperluas wilayah kekuasaan timbul setelah mereka kekurangan bahan-bahan industri. Mereka menjelajahi dunia tidak hanya mencari rempah-rempah dan misi 3G. Dengan demikian, imperialisme yang lebih kuat melakukan simbiosis paratisme dengan kaum pribumi.Kedua, polusi dan kerusakan-kerusakan alam sekitar akibat eksploitasi unrenewable resources secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan sumber suplai unrenewable resources habis, dan bisa jadi ada kemacetan total dikemudian hari. Selain itu polusi lingkungan dapat menipiskan naturalitas yang erat kaitanya dengan kesehatan umum.Memang, awal mula perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dipegang oleh orang islam, dengan kesejahteraan, ketentraman, dan kemakmuran masyarakat yang senatiasa terpancar. Akan tetapi, dengan semangat reconguista dalam kesesatan prospektif, didukung lemahnya integralitas ummat Islam, kaum Barat mengambil alih kendali dengan produk utamanya modernisme(- kapitalis) . Konon pernah ditemukan buku al-Ghazali di perpustakaan Descartes. Hal ini seolah-olah mengisyaratkan pembakaran perpustakaan- perpustakaan, scriptorium, laboratorium milik ummat islam hanya sebatas simbols. Mereka mengambil yang dianggap penting dan bagus, dan membakar yang mereka anggap tidak berguana. Tetapi dengan mental yang belum siap, secara samar mereka telah menarik benang emas sembari meruntuhkan arsitektur surga yang mereka impikan Sebagai bukti bahwa konsep modernisme-material is mereka tidak bisa lagi di jadikan sebagai emas world-view yang patut  dibanggakan. Dapat diperhatikan eksistensi dunia transendentalis yang mereka nafikan muncul sebagai terobosan yang up to date. Beberpa waktu yang lalu, sebuah penelitian yang dipimpin Dr. Herbert Benson di Harvad Medical School London dengan rumusan bahwa otak akan mengalami relaksasi setelah mencapai ketegangan pada titik tertentu yang kemukakan Yarkes-Dadson selaras dengan teori respon relaksasi yang mereka temukan. Melalui peralatan Functional Magnetic Resounance Imaging (FMRI)sejenis alat detektor gelombang otak, mereka mengungkapkan keserasian metode meditasi-kontemplas i, respon relaksasi, terhadap  peran penting dunia transendental. Sebagai salah satu cabang sains yang sedang berkembang pesat, neorologi kembali mempertanyakan establisment modernisme-material is. Albert Enstien pernah bertutur bahwa kreatifitas ilmiyah muncul dari kemampuan intuitif, ekstra-logika, non rasional. Dengan teori relatifitasnya, Enstien menganggap seluruh pengetahuan tetang alam semesta ini hanya sekedar sisa dari kesan yang terhijab oleh indra kita yang serba tak sempurna ini, membawa kepada kesimpulan bahwa menangkap keyataan (kebenaran) itu tidak dapat diharapkan. Dengan gaya berpikir demikan ia menemukan rumus populer E=mc­­­­­­­­ yang dahsyat. Sementara kaum modernisme-material is menganggap pencarian kebenaran sudah final, padahal rapuh.Dari konteks filasafat mereka telah diruntuhkan oleh kaum posmodernisme dengan tokoh kawakan seperti Jacques Derrida, Jean Baudrilan dan tokoh-tokoh posmodernisme lainya, denga kritik terhadap logika, logosentrisme, definisi, dan sebangsanya. Bahkan jauh sebelom munculnya posmodernisme, Suhrawardi al-Maqtul dan Mulasadra melakukan hal yang yang senada walaupun tidak sepenuhnya sama. Disamping itu, walaupun bagaimana, keruntuhan konsep modernisme-kapitali s tidak seutuhnya runtuh. Malah baru dan masih mengakar pada aneka tingkah dalam kehidupan sehari-hari. Sah-sah saja kita anggap mereka sebagai salah satu fase metamorfosa thinking-style. Akan tetapi, yang harus kita lakaukan adalah mengambil segala yang baik, meninggalkan yang buruk, dengan selektifitas yang teliti dan murni dari nurani.Masalah pedoman berpikir, sebanarnya kita tidak usah repot-repot menelaah pemikiran modernisme Barat apalagi modernisme-material is. Pada abad XIV silam, hingga saat ini dan selamanya al-Quran menyajikan yang terbaik. Seperti yang tertera pada surat al-Imran ayat 190-191 sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu oarang-orang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaringdan mereka memikirkan tetang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata)ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah aku dari siksa neraka . Al-Quran menggunakan term Tidakkah kamu punya akal? sebanyak 19 kali, Agar kamu bisa berpikir delapan kali, Jika kamu berpikir dua kali. Maka, tinggal bagaimana kita menafsiri, mengaplikasiakan hikmah-hikmahnya dengan sekali lagi nurani sebagai centre of all . Mengutip perkataannya Gus Dur  gitu saja kok repot.

Oleh : Moh. Arif Rifqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: