Oleh: syaddad | Rabu, 2 Januari 2008

Oh..Guru

Berita basi ……2007 untuk dihangatkan kembali ……….di 2008

Baru-baru ini sekitar bulan November 2007, kami dipanggil untuk mengikuti sertifikasi guru dengan iming-iming janji penambahan kesejahteraan guru sebesar satu bulan gaji pokok. Sebenarnya kami agak enggan tapi karena memang sudah ada peraturannya kamipun mulai mengikuti apa-apa saja syarat sertifikasi itu. Disinilah terjadi kejanggalan- kejanggalan yang menurut kami secara sistematis akan menjadikan semuanya awal penipuan,misalnya sertifikat aspal. Atau lain-lain, baca aja di internet, klik google–sertifikasi guru–nah …ktemu dech…

Sertifikasi adalah pengumpulan portofolio guru dari awal menjadi guru sampai saat ini yang belum pensiun, diutamakan lebih dulu adalah yang sudah > 25 tahun mengajar, sarjana dan NIP diawali dengan angka 130……… …….

Peristiwa berikutnya adalah perasaan iba, ternyata saya bersama teman guru lainnya mengalami kesulitan untuk memenuhi isian format tentang portofolio itu. Sebab musabab yang paling rasional adalah jarangnya kami dikirim untuk mengikuti berbagai penataran dan pelatihan yang ada hubungannya dengan disiplin ilmu kami, biasanya yang dikirim adalah guru yang itu-itu saja yang langganan dinas sehingga kami hanya memiliki sertifikat sedikit sekali, beruntung ESQ dari Bp. Ary Ginanjar mengundang semua guru secara rata sehingga kami punya sertifikat yang agak bergengsi. Memang ada beberapa anggota milis yang mengirim saran kepada kami bahwa mengikuti seminar, pelatihan ataupun seminar tidak perlu menunggu surat tugas dari dinas, itu benar adanya atau membuat penelitian kecil-kecilan misalnya tindakan kelas. Saat ini setelah internet akrab di sekolah kami karena ada fasilitas dari pihak sekolah, barulah kami mengikuti saran tsb, yaitu mengikuti beberapa seminar gratis yang diadakan macam-macam lembaga seperti sampoerna foundation, teacherklub, bahkan rezaervani dengan harapan selain menambah ilmu, silaturahmi dan juga mendapat sertifikat. Namun agak telat, sertifikat yang diharapkan bisa dilampirkan sebagai portofolio kadang-kadang belum dibuat pada waktu seminar or pelatihan itu selesai seperti dari rezaervani sampai saat ini kami belum menerima sertifikat padahal kegiatan seminar sudah lama selesai yaitu tanggal 8 Desember 2007 (mas reza sendiri sudah minta maaf, karena sampai saat ini beliau masih ada di sumatera).

Minggu ke 3 Desember 2007 secara mendadak, 7 orang guru dari 12 orang  guru yang mengikuti sertifikasi telah mendapat yudisiumnya yaitu tidak lulus sertifikasi dan harus mengikuti DPG (diklat profesi guru—kalau ga salah ya singkatannya) . Padahal 2 orang rekan guru itu ada yang beragama nasrani dimana mereka tengah bersiap-siap menyambut hari rayanya. Tanggal 21 s/d 29 Desember 2007 ditentukan mereka harus mengikuti DPG tersebut yang notabene tempatnya jauh-jauh dan pada hari libur pula….oh nasib. Yang lebih aneh menurut kami adalah lamanya jam terbang dalam mengajar, rata-rata teman tersebut mengajar 25 tahun keatas dan anak didiknya sudah ada yang jadi dokter, direktur, asisten ahli para menteri,  dan tidak kurang yang jadi asesor pun adalah murid kami dan mungkin pernah praktek mengajar di sekolah-sekolah kami. Rupanya jam terbang atau pengalaman mengajar itu tidak menjadi pertimbangan utama, banyak juga yang mulai bikin sertifikat aspal yang memang sudah banyak diduga, tapi di sekolah kami tidak ada lhoo.

Berita basi 2007 khan…….. …….tapi pasti akan dihangatkan kembali di 2008…….. ………apa kata duniaaaa…. .?! hari gene masih mau dikerjain akal-akalan oknum yang ngerongrong dunia pendidikan kita, kapan majunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: