Oleh: syaddad | Jumat, 4 Januari 2008

Benarkah Islam Hanya Agama, Bukan Ideologi ?

Hafidz Abdurrahman – Banyak pertanyaan seputar Islam sebagai agama dan ideology. Ada yang menyatakan, Islam adalah agama, bukan ideology. Ada juga yang menyatakan, Islam adalah agama sekaligus ideology. Mana yang benar ?

Harus diakui, istilah ideology adalah istilah baru, setelah munculnya ideology dunia, seperti Kapitalisme dan Sosialisme. Bagi Islam dan kaum Muslim, istilah ideology ini merupakan istilah serapan, seperti istilah aqidah, dharibah, dustur (UUD) dan qanun (UU) pada zaman masing-masing ketika istilah itu muncul pertama kali, dan diadopsi oleh kaum Muslim.

 Istilah aqidah, misalnya, sekalipun tidak digunakan dalam nas-nas Al-Quran maupun As-Sunnah, pada akhirnya bisa diterima oleh kaum Muslim, setelah digunakan oleh para ulama ushuluddin pada pertengahan abad ke 6 H. Istilah ini merupakan padanan dari kata iman, yang digunakan baik dalam Al-Quran maupun As-Sunnah. Demikian halnya penggunaan istilah dharibah, digunakan oleh para fukaha kaum Muslim kira-kira pada abad ke 8 H.

Dalam konteks penggunaan istilah ideology, istilah ini kemudian digunakan dalam bahasa Arab dengan sebutan yang sama, yaitu idiyuluji, atau dengan sebutan yang berbeda, yaitu mabda. Intinya adalah pemikiran paling mendasar, yang tidak dibangun dari pemikiran yang lain. Pemikiran seperti ini, menurut Muhammad Ismail, hanya ada pada pemikiran yang menyeluruh tentang alam, manusia dan kehidupan; serta apa yang ada sebelum dan setelahnya; juga hubungan anatara alam, manusia dan kehidupan dengan apa yang ada sebelum dan setelahnya.

Bagi kaum Muslim, pemikiran seperti ini adalah akidah Islam itu sendiri. Sebab, akidah Islam adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam, manusia dan kehidupan; yaitu dari mana, untuk apa dan akan kemanakah alam, manusia dan kehidupan ini ? maka dari itu, tentu alam, manusia dan kehidupan itu tak lain merupakan ciptaan Allah swt, untuk mengabdi kepada-Nya, dan hanya kepada-Nyalah semuanya akan kembali.  Manusia akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban setelah kematiannya didunia, sementara yang lain tidak.

Karena itu, sebelum kehidupan ini, ada Allah swt, Zat Yang Maha Pencipta, dan setelah kehidupan ini aka nada Hari Kiamat, dan hisab. Agar semua proses kehidupan manusia itu bisa dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt kelak, maka Allah swt menurunkan syariah (aturan) untuk kehidupan manusia, yang kelak juga akan dijadikan standar oleh Allah swt untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Inilah pemikiran mendasar, yang juga disebut fikrah kulliyah Islam.

Pemikiran mendasar inilah yang juga disebut mabda atau idiyuluji. Inilah substansi ideology, yaitu apa dan bagaimana ideology itu sendiri. Pertanyaan berikutnya, apakah setiap akidah agama bisa menjadi ideologi ? Jawabannya tidak, bergantung: pertama, apakah akidahnya adalah akidah yang rasional atau tidak ? kedua, apakah akidah tersebut bisa memancarkan system (nizham) atau tidak ? Jika dari kedua pertanyaan tersebut jawabannya ya, atau dengan kata lain merupakan akidah rasional yang bisa memancarkan system, maka akidah tersebut bisa menjadi ideologi. Akidah Islam adalah akidah rasional yang bisa memancarkan nizham, yang bukan hanya system peribadatan saja, melainkan juga system pemerintahan, ekonomi, social, pendidikan dan semua system kehidupan yang lainnya. Karena itu, Islam bukan hanya agama, melainkan juga ideologi. Penggunaan ideologi ini untuk Islam tentu abash, dilihat dari substansinya; bukan dari aspek sumber dari mana ideology tersebut dihasilkan; akal atau wahyu ? Sebab, pada aspek ini, persoalannya adalah persoalan sumber, bukan substansi. Artinya, dari aspek sumber ideology, ideology yang ada saat ini bisa dikategorikan menjadi 2 yaitu ideology yang bersumber dari akal manusia dan ideology yang bersumber dari wahyu. Islam adalah satu-satunya ideology yang bersumber dari wahyu. Selain Islam, baik Kapitalisme, Sosialisme maupun Komunisme adalah ideology yang bersumber dari akal manusia. Hanya saja, sering ada kesengajaan untuk merancukan ideology dari substansinya ke sumbernya. Akibatnya, Islam ditolak sebagai ideology, dengan alasan, Islam adalah ajaran yang bukan bersumber dari akal manusia, melaikan dari wahyu Allah swt. Padahal konteks permasalahannya bukan disitu. Ini sebenarnya merupakan upaya penyesatan yang bertujuan untuk menolak Islam sebagai Ideologi. Padahal dengan menolak Islam sebagai ideology, sama saja dengan menolak Islam sebagai system pemerintahan, ekonomi, social, pendidikan dan politik. Tentu itu bertentangan dengan akidah Islam dan kaum Muslim, apapun mazhabnya.

Kita tidak yakin ada orang Islam yang berani melakukan itu, apalagi sampai lancing mengatakan, bahwa ideology Islam adalah sumber konflik. Sebab, resikonya jelas: melawan akidah yang diyakininya, bahkan menginjak-injak fikih yang dipelajari dan diajarkannya sendiri; kecuali, jika dia menjadi kepanjangan tangan kaum imperialis penjajah untuk sengaja melemahkan Islam dan kaum Muslim, demi mendapatkan secuil kenikmatan dunia, yang belum tentu didapatkannya. Wallahu a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: