Oleh: syaddad | Senin, 23 Juni 2008

Istana Tahu Skandal Ini (5)

Oleh : GE Soewarno
Kontributor : Tri Wibiyanto, Oji, Iman

JAKARTA (Investigator) : Surat itu sampai ke meja Ibu Negara Kristiani Bambang Yudhoyono pada 20 September 2006. Bersampul cokelat, pada bagian depan tertulis Kepada Yth. Ibu Negara Hajjah Kristiani Bambang Yudhoyono. Istana Kepresidenan Jakarta. Jalan Veteran No. 36 Jakarta Pusat.

Dokumen setebal 5 centi meter itu tertulis dengan jelas nama pengirimnya; Siska J Kadi. Pada bagian akhir isi surat itu, juga jelas tertulis nama Siska sebagai pengirim dengan jelas plus alamatnya. Istana menulis surat tanda terima tertanggal 20 September 2006.

Pada hari yang sama, bu Ani sapaan akrab Kristiani- mendapat pesan singkat dari seseorang begini; ‘Saya sudah kirim data-datanya Bu Ani.

Selang sehari, SMS itu berbalas begini; ‘Saya sudah baca surat Ibu. Karena ini menyangkut direksi BUMN, dan saya tidak punya kewenangan untuk itu, surat ibu saya teruskan ke menteri yang berwenang.

Surat itu kemudian mengalir ke mana-mana. Sumber Investigator di Sekretariat Negara menceritakan, surat itu tidak hanya mengalir ke Menteri Negara BUMN yang saat itu masih dijabat oleh Sugiharto. Tapi juga ke Presiden, Wakil Presiden, Yayasan Cikeas, Sekab dan Sekneg.

Surat inilah yang kemudian membuat heboh manajemen Bank Mandiri. Karena, saat itu, Sugiharto sebagai karib dekat Agus Marto, melalui timnya menyampaikan surat itu ke Agus.

Surat itu, wajar saja membuat heboh manajemen Bank Mandiri. Karena isinya memang membuat pening manajemen. Di luar soal skandal Bank Merincorp, surat itu juga berisi soal Kinerja Bank Mandiri yang jeblok, penyimpangan Program Pensiun Dini yang dinilai tidak transparan.

Isi surat itu juga menyangkut soal aliran dana ke penyidik Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polda Jatim dan beberapa Hakim. Dan soal corporate culture Bank Mandiri yang dinilai mulai rusak.

Dalam soal Kinerja, misalnya, surat itu menjelaskan begini; ‘Keuntungan Bank Mandiri pada semester I 2006 hanya mencapai Rp800 miliar, dengan asumsi keuntungan semester II sama dengan semester I, ini berarti keuntungan yang dicapai pada 20006 masih jauh jika dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh Bank Mandiri pada 2004 sebesar Rp5,2 triliun.

Sebagai informasi tambahan, masih menurut surat itu, ‘Pendapatan bunga dalam semester I 2006 lebih kecil dari biaya bunga. Pendapatan bunga sebesar Rp5,471 triliun, sementara biaya bunga sebesar Rp7,910 triliun. Pendapatan bunga hanya ditolong oleh pendapatan dari obligasi rekapitalisasi pemerintah sebesar Rp5,707 triliun.

Dalam soal skandal Bank Merincorp, surat ini malah mengungkapkannya begitu gamblang soal dugaan suap begini; Sebagaimana ibu ketahui, saat ini Bank Mandiri sedang diperiksa di Kejaksaan Agung RI terkait berbagai kasus dugaan tindak pidana korupsi, salah satunya adalah kasus Bank Merincorp. Terdengan kabar bahwa kasus tersebut dipeti-eskan oleh oknum-oknum Kejaksaan Agung setelah mereka menerima sejumlah uang dari Bank Mandiri karena Bp Agus Martowardojo tersangkut di dalam kasus tersebut.

Saya awam mengenai masalah hukum, terlebih lagi hukum pidana. Namun saya percaya penjelasan tertulis secara kronologi mengenai masalah tersebut sesuai dengan lampiran surat saya ini dapat digunakan untuk dilakukan penelitian yang lebih mendalam, (lampiran 6).

Sejumlah orang dekat Sugiharto memang kemudian mencoba mendesak agar kasus ini diungkap tuntas dan diteruskan ke kejaksaan. Lendo Novo, staf khusus Sugiharto saat itu cukup konsisten mendorong agar skandal ini diungkap tuntas.

Tapi, sikap Sugiharto saat itu jelas. ‘’Asal Agus Marto berhasil meningkatkan kinerja Bank Mandiri Soal Bank Merincorp akan diamankan.’ Terkait dengan soal ini, mantan Meneg BUMN enggan menjelaskan. Tiga kali SMS yang dikirim tidak berbalas.

Calon Gubernur BI
Yang menarik sebenarnya cerita soal proses pancalonan gubernur BI oleh presiden. Terpilihnya Agus Marto sebagai calon Gubernur BI bukan perkara sederhana.

Saat itu, Presiden dan Wakil Presiden memang sedang mencari figur calon Gubernur BI yang dinilai bisa diajak bekerja sama dengan pemerintah. Pemerintah merasa BI, sejak menjadi institusi yang independen sering berseberangan dengan pemerintah. Terutama soal indikator makro seperti angka pertumbuhan, inflasi dan nilai tukar rupiah.

Makanya dalam pencalonan Gubernur BI, baru sekali ini SBY-JK kompak mencalonkan Agus Marto yang kemudian dipasangkan dengan Raden Pardede.

Sumber Investigator di Sekretariat Negara menceritakan begini; Pilihan Agus adalah pilihan kompromistis. Ketika Istana menghendaki Gubernur BI yang lebih bisa diajak kerja sama, pilihan Agus menjadi tepat.

Di samping soal komitmen Agus yang selama ini nyaris bisa dikendalikan, Agus dinilai punya kelemahan terkait dengan kasus Bank Merincorp. Bahkan, masih menurut sumber itu, baik SBY maupun JK, saat memanggil Agus,”Keduanya menanyakan soal kasus Bank Merincorp.’’

Dan ini yang gawat, untuk menutup-nutupi kasus Bank Merincorp, Istana kemudian memerintahkan Kejaksaan Agung Hendarman Supandji membuat jawaban soal kasus Bank Merincorp dari aspek hukum. Sumber Investigator di lingkaran satu Agus Marto membenarkan itu.

Kejaksaan Agung Hendarman Supandji saat dicegat Investigator pekan lalu juga enggan berkomentar. “Saya lupa,’’ katanya singkat.

Agus Marto, sejak menjadi calon Gubernur BI pun langsung membentuk tim khusus untuk menangkal isu-isu negatif, salah satunya ya soal Bank Merincorp itu. Keberadaan tim yang bekerja hampir 24 jam ini dibenarkan sumber Investigator di lingkaran Agus Marto.
Juru bicara kepresidenan Andi Alfian Malarangeng membantah aliran surat dan soal pencalonan Gubernur BI. Andi mengaku tidak mengetahui perihal dokumen skandal likuidasi Bank Merincorp yang pernah dikirim oleh Serikat Pekerja Bank Mandiri ke Ani Yudhoyono. “Sebaiknya anda tanya langsung kepada serikat pekerjanya saja. Ada buktinya tidak (tanda terima),” kilah Andi.

Andi mengaku, dirinya tidak mengetahui masalah tersebut. Apalagi Ibu Ani Yudhoyono adalah Ibu Negara di mana fungsinya sebagai Ibu Negara adalah mendampingi kegiatan-kegiatan kenegaraan. “Saya tidak tahu masalah tersebut, Ibu Ani Yudhoyono adalah Ibu Negara, fungsinya ya sebagai Ibu Negara. Kalau yang Anda tanyakan itu urusan pemerintahan,”kata Andi.

Sementara, Andi juga mengaku tidak tahu menahu saat proses pencalonan Agus Martowardojo oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya tidak tahu masalah tersebut, yang saya tahu adalah tugas presiden menurut Undang-undang adalah mengajukan calon gubernur BI,” kilah Andi.

Penyidikan Macet
Lalu sejauh mana kasus ini masuk dalam penyidikan kejaksaan? Kenapa penyidikan dihentikan tanpa SP3?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: