Oleh: syaddad | Selasa, 14 Oktober 2008

AMBRUKNYA SISTEM KEUANGAN GLOBAL (1)

Oleh : Hj Nida Sa’adah SE, Ak

 

Kabar bangkrutnya salah satu bank investasi terbesar di dunia, Lehman Brothers, akibat krisisi kredit perumahan di Amerika Serikat membuat bursa saham global terguncang pada perdagangan Senin 15 September waktu setempat. Pelaku pasar khawatir kebangkrutan Lehman Brothers akan mengancam system keuagan global. Bursa saham Eropa melemah hingga 5% pada perdagangan siang hari. Di London, harga saham grup perbankan HBOS jatuh hingga 20,2%. Di Jerman, Commerzzbank anjlok 11,7% dan Deutsche Bank jatuh 8,24%. Dow Jones Industrial Average (DJIA) tumbang 2,53% beberapa saat setelah pembukaan pasar.

 

Di Indonesia, 8 Oktober jam 11.05 WIB Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspend, penutupan transaksi di lantai bursa. Sebuah langka yang belum pernah terjadi dalam sejarah lantai bursa di Indonesia, setelah Rusia sebelumnya juga melakukan hal yang sama. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) anjlok ke 10,38%. Suspend dilakukan untuk menghindari terus menerus anjloknya harga saham karena aksi jual yang terus dilakukan investor.

 

Kebangkrutan Lehman Brothers

Bank investasi raksasa Lehman Brothers telah menjadi korban berikutnya dari krisis kredit macet di AS. Kejadian ini mengejutkan lantaran belum lama ini Pemerintah AS terpaksa mengambil alih raksasa pembiayaan perumahan Fannie Mae dan Freddie Mac untuk memperbaiki system finanasial perumahan di negeri itu.

 

Kini, giliran bank investasi Lehman Brothers yang nejadi korban. DAlam penjelasannya, bank yang sudah berusia 158 tahun itu mengajukan kebangkrutan demi melindungi asset dan memaksimalkan nilai perusahaan bagi pemegang saham. Kebangkrutan ini adalah yang terbesar dalam sejarah AS. Lehman Brothers mencatat kerugian sekitar USD 3,9 miliar pada triwulan III/2008 menyusul beberapa kejadian penghapusan buku pada asset kredit perumahan yang dipegang perusahaan itu.

 

Aset piutang berbasis kredit tersebut terpaksa dihapuskan dari laporan keuangan karena gagal ditagih akibat memburuknya kredit macet. Bank investasi terbesar keempat AS ini menyampaikan  formulir kebangkrutan kepada United States bankruptcy Courtfor the Southern District of New York pada Senin (15/9) waktu setempat.

 

Pengumuman  kebangkrutan itu muncul setelah Lehman Brothers gagal mendapatkan pembeli sebagai investor baru.  Keputusan ini sekaligus menjadi akhir dramatis dari pertemuan tiga hari berturut-turut yang digelar pada banker, Bank Sentral AS, dan Departemen Keuangan AS.

 

Pada perkembangannya, meski pemerintah AS telah mengambil lengkah penyelamatan 700 miliar dollar dan George W Bush telah menandatangani UU Bill Out, pasar tetap merespon negative. Harga saham terus anjlok.

 

Bila harga saham terus merosot, kecenderungan orang Amerika untuk memegang uang tunai akan menggila. Konsumen akan mengempit uang kontan untuk berjaga-jaga dan mereka berhenti berbelanja. Impor Amerika dari negara-negara lain termasuk Indonesia pun akan terhenti. Alhasil, perekonomian akan mandek dan penciutan tenaga kerja akan terus meningkat. Ujung-ujungnya, daya beli penduduk pun akan kian terkikis. Perekonomian Amerika bias terkena double deep, yakni keluar dari krisis masuk dalam krisis yang lain. Bersambung…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: