Oleh: syaddad | Kamis, 11 Desember 2008

Indonesia Termasuk Negara Berpenduduk Lapar Terbesar di Dunia

Jumlah penduduk lapar di dunia pada tahun 2008 meningkat menjadi 963 juta jiwa atau bertambah  43 juta penduduk lapar dibanding tahun 2007. Sekitar 65 persen dari penduduk lapar di dunia  hidup di Indonesia, India, Pakistan, Bangladesh, Congo dan Ethiopia. Diantara faktor utama yang menyebabkan pertambahan jumlah orang lapar adalah tingginya harga pangan, krisis ekonomi dan keuangan yang melanda sejumlah negara yang mengakibatkan jumlah orang miskin meningkat.

Hal tersebut disampaikan organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agricultur Organization) dalam laporannya  mengenai “kondisi kelaparan dunia” yang dirilis Selasa, 9/12. Meski harga pangan dunia  telah mengalami penurunan, menurut laporan tersebut, namun belum secara signifikan mampu mengatasi krisis pangan di beberapa negara berpenduduk besar.

Menurut Wakil Direktur FAO, Hafiz Ghonim, sekitar 2/3 jumlah orang lapar di dunia kini hidup di benua Asia dan negara-negara berkembang. Menurut Ghonim, krisis pangan diperparah dengan semakin sulitnya memenuhi kebutuhan lahan bagi pertanian dan kurangnya sektor pendanaan.

Laporan FAO itu juga menyebutkan sekitar 65 persen orang lapar dunia hidup di 7 negara asia yaitu India, China, Congo, Bangladesh, Indonesia, Pakistan serta Ethiopia. Keberhasilan pengentasan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan pangan di  7 negara yang memiliki kepadatan penduduk tersebut akan berdampak signifikan bagi pengurangan jumlah orang lapar di dunia.

Dalam laporan itu, FAO memuji upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh Thailand dan Vietnam dalam mengurangi jumlah penduduk lapar di negaranya. Menurut laporan tersebut, Vietnam akan mampu mengurangi secara signifikan jumlah penduduk lapar di negara tersebut pada tahun 2015.[syarif/alj/www.suara-islam.com]

Iklan

Responses

  1. dikita aneh satu sisi banyak yang laper makanan tapi banyak juga yang bisa kebeli mobil….emang ga nyambung tapi disatu sisi terjadi peningkatan taraf hidup masyarakat dalam terutama untuk pembelian barang konsumtif…..berbanding terbalik dengan pembelian barang produktif….

    • itulah kalo kapitalisme dijunjung setinggi-tingginya. Yang kaya ya semakin kaya dan semakin sering beli mobil, yang laper ya semakin laper dan terus bertambah. Lha wong pemimpinnya lebih memperhatikan pengusaha daripada yang laper….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: